Asam asetilsalisilat CAS:50-78-2
Efek Analgesik dan Anti-inflamasi
Aspirin adalah obat anti-inflamasi non-steroidal (NSAID) klasik dengan aktivitas analgesik dan anti-inflamasi yang terdokumentasi dengan baik, yang telah banyak divalidasi dan diterapkan dalam praktik klinis.
Mekanisme Kerja Antitrombotik
Dengan menghambat enzim siklooksigenase secara permanen, aspirin memberikan efek penghambatan yang kuat terhadap agregasi platelet, sehingga memberikan perlindungan antitrombotik yang andal dan mencegah pembentukan gumpalan darah yang tidak normal.
Perlindungan Kesehatan Kardiovaskular
Bukti klinis menegaskan bahwa pemberian aspirin secara teratur dapat menurunkan risiko kematian yang terkait dengan infark miokardium akut dan kejadian serebrovaskular secara signifikan, sehingga berperan penting dalam melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Potensi Kemampuan Kemopreventif
Penelitian ilmiah yang terus berkembang menunjukkan bahwa aspirin dapat mengurangi kejadian kanker kolorektal, sehingga memperluas cakupan terapeutiknya melampaui indikasi tradisional dan meningkatkan nilai klinisnya.
Asam asetilsalisilat, Yang umumnya dikenal sebagai aspirin, diklasifikasikan sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) yang awalnya dikembangkan berdasarkan sifat anti-inflamasi dan analgesiknya. Studi ilmiah selanjutnya mengungkapkan kemampuannya untuk menekan agregasi platelet melalui penghambatan tidak dapat dipulihkan pada enzim siklooksigenase, yang pada gilirannya memberikan efek antitrombotik. Dengan semakin mendalaminya penelitian, aspirin telah ditemukan memiliki banyak aplikasi terapeutik tambahan. Hal ini mencakup efektivitas yang telah terbukti dalam mengurangi angka kematian yang terkait dengan infark miokardium dan stroke, serta bukti yang terus bertambah yang menunjukkan potensinya untuk menurunkan kejadian kanker kolorektal—temuan-temuan tersebut secara kolektif telah memperluas nilai klinisnya melampaui indikasi terapeutik awal.
Titik lebur |
134-136 ° C (secara harfiah) |
Titik didih |
272.96 ° C (perkiraan kasar) |
Kepadatan |
1.35 |
indeks refraksi |
1.4500 (perkiraan) |
Fp |
250 ° C |
suhu penyimpanan |
2-8 ° C |
kelarutan |
H2O: 10 mg/mL pada suhu 37 ° C |
bentuk |
berbentuk kristal |
warna |
putih |
pka |
3.5 (pada suhu 25 ℃ ) |
sumber biologis |
sintetis |
Kelarutan dalam Air |
3,3 g/L (20 ºC) |
ε(koefisien kepunahan) |
190 pada 298nm dalam larutan basa pada konsentrasi 1mM |
409 pada 231nm dalam larutan air dengan konsentrasi 1mM |
|
466 pada 230nm dalam larutan asam pada konsentrasi 1mM |
|
68 pada 278nm dalam larutan asam pada konsentrasi 1mM |
|
Merck |
14851 |
BRN |
779271 |
Batasan paparan |
ACGIH: TWA 5 mg/m3 |
NIOSH: TWA 5 mg/m3 |
|
Kelas BCS |
3 |
Stabilitas: |
Stabil. Jaga agar tetap kering. Tidak kompatibel dengan agen pengoksidasi kuat, basa kuat, asam kuat, berbagai senyawa lain seperti iodida, garam besi, garam quinine, dll. |
InChIKey |
BSYNRYMUTXBXSQ-UHFFFAOYSA-N |
LogP |
1.19 |
Referensi Basis Data CAS |
50-78-2 (Referensi Basis Data CAS) |
Referensi Kimia NIST |
Asam benzoat, 2-(asetiloksi)-(50-78-2) |
Sistem Pendaftaran Zat EPA |
Aspirin (50-78-2) |
Informasi Keselamatan |
|
Kode Bahaya |
Xn |
Pernyataan Risiko |
22-36/37/38 |
Pernyataan Keselamatan |
26-36/37/39 |
OEB |
B |
OEL |
TWA: 5 mg/m3 |
RIDADR |
UN 1851 |
WGK Jerman |
1 |
RTECS |
VO0700000 |
TSCA |
Ya |
KelasBahaya |
6.1 |
PackingGroup |
III |
Kode HS |
29182210 |
Data Bahan Berbahaya |
50-78-2 (Data Zat Berbahaya) |
Toksisitas |
LD50 secara oral pada tikus: 1,1, 1,5 g/kg (Hart) |




