Tiamin klorida CAS:59-43-8
Thiamine berfungsi sebagai kofaktor yang sangat penting dalam jalur biokimia utama, memanfaatkan sifat koenzimatiknya untuk mendorong transformasi karbohidrat menjadi substrat energi yang dapat digunakan secara metabolik.
Pemeliharaan Integritas Neurologis
Mikronutrien penting ini memainkan peran penting dalam menjaga fisiologi normal jaringan saraf dan mencegah timbulnya berbagai gangguan neurologis.
Thiamine berkontribusi dalam menjaga fungsi optimal miokardium, sekaligus mendukung pengaturan yang efisien pada dinamika sistem peredaran darah.
Vitamin B1, yang sering disebut sebagai tiamin atau tiamin hidroklorida, adalah komponen penting dari keluarga vitamin-B. Mikronutrien penting ini memainkan peran kunci dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan berfungsi sebagai persyaratan dasar untuk mempertahankan transmisi sinyal neurologis yang normal, fungsi miokardium, dan operasi saluran pencernaan.
Melalui proses fosforilasi dengan adenosin trifosfat (ATP), vitamin B1 diubah menjadi tiamin pirofosfat—juga dikenal sebagai kokarboksilase—yang berfungsi sebagai koenzim tak tergantikan dalam jalur biokimia yang mengatur metabolisme karbohidrat.
Titik lebur |
248 ° C (dekomposisi) |
Kepadatan |
1,3175 (perkiraan kasar) |
indeks refraksi |
1.5630 (perkiraan) |
suhu penyimpanan |
Simpan di tempat gelap, dalam atmosfer inert, suhu ruangan. |
kelarutan |
DMSO : 6 mg/mL (19,95 mM) |
bentuk |
Padat |
warna |
Putih hingga putih pudar |
InChI |
InChI=1S/C12H17N4OS.ClH/c1-8-11(3-4-17)18-7-16(8)6-10-5-14-9(2)15-12(10)13;/h5,7,17H,3-4,6H2,1-2H3,(H2,13,14,15);1H/q+1;/p-1 |
InChIKey |
MYVIATVLJGTBFV-UHFFFAOYSA-M |
SAMAHSALING MENIMBANGI WAPISAN MUKA |
O([H])CCC1=C(C)[N+](=CS1)CC1C=NC(=NC=1N)C.[Cl-] |
LogP |
-3.930 (perkiraan) |
Referensi Basis Data CAS |
59-43-8(Rujukan Basis Data CAS) |
Sistem Pendaftaran Zat EPA |
Tiamin (59-43-8) |
Informasi Keselamatan |
|
Data Bahan Berbahaya |
59-43-8(Data Bahan Berbahaya) |
Kekurangan koenzim ini mengganggu proses normal metabolisme oksidatif, memicu penumpukan abnormal pyruvate dan laktat. Gangguan metabolisme ini pada gilirannya mengurangi efisiensi proses pembentukan energi seluler.




