Natrium dodesil sulfat CAS:151-21-3
Sifat Surfaktan yang Sangat Baik:Produk ini menghadirkan kemampuan emulsifikasi, pembusaan, penetrasi, deterjen, dan pendispersian yang kuat.
Kompatibilitas Luas:Produk ini menunjukkan kompatibilitas yang baik dengan senyawa anionik maupun non-ionik.
Biodegradabilitas Cepat:Bahan ini cepat terurai di lingkungan, sehingga menawarkan profil yang ramah lingkungan.
Kelarutan dalam air yang tinggi:Bahan ini mudah larut dalam air, sehingga memudahkan formulasi untuk berbagai aplikasi.
Natrium dodecyl sulfatSDS, atau disingkat SDS, adalah surfaktan anionik klasik, yang dikenal sebagai perwakilan utama dari keluarga surfaktan berbasis sulfat. Ia memiliki banyak nama alias di industri, termasuk AS, K12, sodium coco-sulfate, sodium lauryl sulfate, dan agen pembusa industri.
Biasanya, produk tidak beracun ini tersedia secara komersial sebagai bubuk kristal berwarna putih hingga kuning pucat. Meskipun hanya memiliki kelarutan terbatas dalam alkohol dan tidak dapat larut dalam kloroform atau eter, ia sangat mudah bercampur dengan air. Bahan ini memiliki kompatibilitas yang sangat baik dengan zat kimia anionik dan non-ionik.
Produk ini memberikan performa yang kuat dalam hal emulsifikasi, pembusaan, pembasahan, pembersihan, dan dispersi, menghasilkan busa yang melimpah sekaligus menawarkan sifat biodegradasi yang cepat. Meskipun demikian, kelarutannya dalam air relatif lebih lemah jika dibandingkan dengan natrium fatty alcohol polyoxyethylene ether sulfate (AES).
Parameter
| Titik leleh | 204-207 °C (literatur) |
| kepadatan | 1,03 g/mL pada 20 °C |
| kepadatan massal | 490-560 kg/m3 |
| FEMA | 4437 | NATRIUM LAURIL SULFAT |
| Fp | >100°C |
| suhu penyimpanan. | 2-8°C |
| kelarutan | H2O: 0,1 M, jernih hingga hampir jernih, tidak berwarna hingga agak kekuningan |
| membentuk | Bubuk atau Kristal |
| warna | Putih hingga kuning pucat |
| Bau | Bau sedikit berlemak |
| PH Rane | 7.2 |
| PH | 6-9 (10g/l, H2O, 20℃) |
| sumber biologis | sintetis (organik) |
| Kelarutan dalam Air | sekitar 150 g/L (20 ºC) |
| λmaks | λ: 260 nm Amax: 0,3 |
| λ: 280 nm Amax: 0,2 | |
| Merck | 148.636 |
| BRN | 3599286 |
| DiChiKey | DBMJMQXJHONAFJ-UHFFFAOYSA-M |
| LogP | 1.6 |
| Referensi Basis Data CAS | 151-21-3 (Referensi Basis Data CAS) |
| Sistem Registri Zat EPA | Natrium lauril sulfat (151-21-3) |
| Penyerapan | ≤0,1 pada 280nm dalam air pada konsentrasi 30mg/mL |
Informasi Keselamatan
Kode Bahaya |
F, Xn, Xi |
Pernyataan Risiko |
36/37/38-36/38-22-11-21/22-42-41-20/21/22-37/38 |
Pernyataan Keselamatan |
26-36/37-36/37/39-36-22-39 |
RIDADR |
UN 2926 4.1/PG 2 |
WGK Jerman |
2 |
RTECS |
WT1050000 |
F |
3 |
TSCA |
Ya |
Kelas Bahaya |
4.1 |
Grup Pengemasan |
AKU AKU AKU |
Kode HS |
29209010 |
Data Zat Berbahaya |
151-21-3 (Data Zat Berbahaya) |
Toksisitas |
LD50 secara oral pada tikus: 1288 mg/kg (Walker) |


